728 x 400

“Modal” Bukan Hal Terpenting dalam Memulai Usaha

“Modal” Bukan Hal Terpenting dalam Memulai Usaha
“Modal” Bukan Hal Terpenting dalam Memulai Usaha

Dinas KBPPPA mengadakan pelatihan management kewirausahaan dalam forum PUSPA pada tanggal 22 Oktober 2020. Kegiatan yang berlangsung selama lebih kurang dua jam terebut bertemakan “Wirausaha Perempuan dalam Masa Pandemi Covid-19”. Melihat situasi dalam masa pandemi yang mengalami kesulitan secara ekonomi dan harus mengeluarkan uang ekstra untuk sekolah daring putra maupun putrinya. Untuk itu Dinas KBPPPA berinisiatif untuk memfasilitasi pelatihan management kewirausahaan pada anggota forum PUSPA.

Selain peserta dari forum PUSPA, pelatihan ini juga mengundang perwakilan sekolah perempuan Gresik untuk ikut serta dalam pelatihan guna memperoleh strategi management yang bisa diterapkan dalam usaha yang sudah mereka rintis. Bagaimana meningkatkan promosi penjualan dalam situasi pandemi covid-19.

Narasumber dalam pelatihan management kewirausahaan kali ini adalah Ibu Wiwit Manfaati yang merupakan Koordinator Pahlawan Ekonomi Surabaya. Pahlawan Ekonomi sendiri merupakan sebuah inisiatif Bu Risma untuk mendorong perempuan sebagai roda perekonomian kedua. Terbentuknya Pahlawan Ekonomi juga untuk mewadahi UKM yang ada di Surabaya agar terkoordinir dan lebih produktif dalam produksi dan pemasaran produk.

Materi yang diberikan oleh Ibu Wiwit mulai dari bagaimana memulai sebuah usaha, membangun jaringan, mempertahankan usaha, hingga memlihara usaha agar tetap eksis dan bertahan lama sering perkembangan waktu dan muncul usaha-usaha baru. Namun, yang paling unik adalah dalam materi tersebut sama sekali tidak menyinggung tentang modal. Hal tersebut baru disadari ketika salah seorang peserta bertanya menyenai modal usaha.

“Dalam memulai usaha, hal terpenting itu bukan modal. Tetapi bagaimana kita bertekad memulai sebuah usaha dan memiliki inovasi pembeda dengan yang lain dan membuat produk kita berbeda dan dicari”, tutur Ibu Wiwit.

Dalam penjelasannya tersebut Ibu Wiwit lebih menekankan kepada kemauan dan keahlian dalam memuai bisnis dalam menentukan produk yang akan dijual. Beliau memberikan perumpamaan dengan sebuah masker. Salah satu “murid” bimbingan Ibu Wiwit yang memiliki kemampuan menjahit memanfaatkan kain perca yang berasal dari tetangganya.

Ibu Wiwit juga menyampaikan tips untuk memulai bisnis adalah berdasarkan hobi atau hal yang disukai. Karena proses dalam merintis hingga membangun sebuah usaha melalui proses yang panjang. Dalam proses panjang tersebut pasti terdapat berbagai rintangan. Jika memulai dengan sesuatu yang disukai pasti akan menjalaninya dengan semangat.

Sebagai closing statement, Ibu Wiwit memberikan semangat untuk tetap berpikir positif dan bersedekah dan membantu bisnis sesama.(eka/pkl-unesa)

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

?>