728 x 400

Mendalami Peran Gender dalam Perspektif Islam di Pulau Bawean

Mendalami Peran Gender dalam Perspektif Islam di Pulau Bawean
Mendalami Peran Gender dalam Perspektif Islam di Pulau Bawean

Sekolah Perempuan adalah wujud inovasi Kabupaten Gresik sejak tahun 2017. Jumlah sekolah perempuan pada tahun 2017 ada empat belas desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Gresik. Di Pulau Bawean terdapat dua Sekolah perempuan, yaitu di Desa Gunung Teguh Kecamatan Sangkapura dan Desa Kepuh Legundi Kecamatan Tambak. Modul pembelajaran yang sudah diajarkan antara lain perkenalan, peta partisipatif, seks dan gender, tilik bayi, perlindungan sosial atau JKN PBI.

 WhatsApp_Image_2020-10-05_at_10.24.48

Foto penyampaian materi oleh narasumber(Dok. Dinas KBPPPA Gresik)


Pembelajaran Sekolah Perempuan pada tahun 2020 ini dilakukan pada Januari akhir dan diikuti oleh tiga puluh orang peserta per masing-masing desa. Pembelajaran kali ini menekankan kepada pemahaman peran gender dalam perspektif Islam. Narasumber yang berbagi menyampaikan pembelajaran yaitu Ibu Ainul selaku Ketua Fatayat NU Gresik, dan Ibu Haniwati selaku dosen Unmuh Gresik yang juga anggota Aisyiyah.

 

 WhatsApp_Image_2020-10-05_at_10.24.48_(1)

Foto pembelajaran tentang peran gender dalam perspektif islam(Dok. Dinas KBPPPA Gresik)


Pemberian materi gender dalam perspektif Islam ini dimaksudkan agar peserta dapat memahami peran gender dalam agama. Bahwasannya peran tersebut tidak bertentangan dengan agama. Penekanan peran gender ini sesuai dengan latar belakang kondisi perempuan disana yang mayoritas hanya mengandalkan penghasilan yang dikirim suami dari hasil merantau. Sedangkan potensi sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya dari faktor ekonomi, tetapi perempuan juga dapat memanfaatkan kemampuan serta peluang yang ada di lingkungan sekitar.


“Harapan saya melalui penyampaian pemahaman tentang peran gender kali ini dapat menjadikan perempuan disini dapat memanfaatkan potensi yang ada. Kemudian agar perempuan dapat berdaya dan berdikari”. Tutur Sri Yoeni Ambarwati,S.Sos., Kasi Pengarusutamaan Geder Dinas KBPPPA Gresik.(eka/pkl-unesa)

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

?>